Friday, November 11, 2016

Pertemuan Pertama

Desember, 2012.


Astaga, apakah aku yakin akan bergabung dengan perusahaan ini?
Masih bisakah aku mundur?

Pikirku dalam-dalam sambil duduk di parkiran. Ya, efek datang terlalu pagi, pintu kantor masih terkunci, dan ya sudahlah namanya juga anak baru. Kunyalakan sebatang rokokku, dan kupesan kopi di warung sebelah. Kuhirup udara pagi daerah atas kota Bandung. Ah, 24 tahun sudah kuhabiskan waktuku di Bandung, betapa aku mencintai kota ini.

Bergabung di perusahaan ini hanya ya karena aku butuh uangnya. Salarynya saja 40% di atas salary di perusahaanku sebelumnya. Tapi, nyaman atau tidak? Entahlah, akupun tidak berpikir banyak. Hari itu, pikiranku cukup kalut. Menghadapi sesuatu pertama kali memang selalu menegangkan.

Hari pertamaku, kulalui dengan perkenalan dengan karyawan yang lain.
"Salam kenal semuanya. Saya Amita. Saya bekerja di divisi purchasing. Mohon bantuannya."kataku singkat.

Meeting hari pertama ya begitu saja, akupun belum begitu paham alur kerjanya.
Mengikuti meeting yang membosankan membuat aku mengantuk, tapi juga tertarik. Berkenalan dengan sesama karyawan di perusahaan tersebut. Ada lelaki nyentrik, yang sangat jago design. Ada lelaki yang sangat pendiam dan bahkan cenderung tidak pernah berbicara. Misterius sekali. Perempuan yang cantik dan sexy, pintar mungkin juga. Nyaris sempurna. Ah, tidak ada yang sempurna, aku menggeleng perlahan.

Kutemui dia, di hari itu. Menarik. Kami berbicara pendek dan seperlunya. Aku bergegas kembali ke kantor sehabis meeting. Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, mengingat ini hari pertamaku.

-----

Bersambung



Note : Cerita ini hanyalah fiksi semata, apabila terdapat kesamaan nama, karakter, lokasi mohon dapat diabaikan saja. Terima kasih.



Thursday, March 28, 2013

Our Story #Part1

Ini kisah. Kisah tentang seorang anak yang sedang berlari mengejar impian. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan banyak orang. Banyak kawan baru.

Ini kisah tentang seorang banker. Memulai perjalanannya dalam sebuah "development program". Di mana dalam program ini, dia dan teman-temannya akan dididik dan dilatih untuk menjadi marketer yang handal.

Hari itu, kala siang panas terik matahari membakar kulit. Mereka berjanji bertemu di Bober Cafe, Bandung. Penting? Ya, bagi mereka penting. setelah proses rekrutmen yang mereka hadapi di beberapa minggu sebelumnya, dan setelah mereka melakukan tes kesehatan yang sangat menakutkan bagi sebagian orang dengan jarum yang akan menyedot darah mereka layaknya vampire... ini merupakan pertemuan pertama, dan ini pertemuan yang penting.

Sekitar 17 orang, berkumpul. Tujuannya? Yel. Untuk membuat yel, yang akan ditampilkan pada saat opening ceremony development program di bank tempat mereka bernaung. Pertama kali bertemu, hanya saling mengenal, makan bersama, dan ya.. misi harus diselesaikan, membuat yel. Hanya tersisa 2 hari, untuk menyelesaikan kegiatan ini...

Tak usah menunggu terlalu lama, pulang dari Bober Cafe, mereka langsung menuju ke rumah salah satu kawan di jalan Aceh. Dalam hitungan menit, beberapa orang akhirnya mampu menyelesaikan yel yang berbentuk lagu. dan sekaligus membuat gerakannya, agar terlihat lebih oke.

Semua masih malu-malu. Senyam senyum tersipu dan tertunduk. Merasa belum kenal satu sama lain. Dengan suara pelan, dan gerakan seadanya mereka mulai menyanyikan yel yang telah mereka buat....

"Pampampampam cuap pampam cuap pampam cuap...
Pampampampam cuap pampam cuap pampam cuap..
Marilah ke mari hey hey hey hey hey kawan.
PB da di sini hey hey hey hey hey teman.
Marilah bergabung di **** pasti senang.. pasti sukses...
Sik asik sik asik ada di sini.
Di program BDP ****.
Kita pasti jadiiiii PB sukses."

Simple, saat itu impian mereka, tujuan mereka hanyalah satu : SUKSES.






to be continued....

Wednesday, January 9, 2013

Kehilangan Satu Per Satu

komunikasi-komunikasi yang saya lakukan beberapa hari ini khususnya dengan teman-teman kampus saya. membuat hati saya naik turun, gundah gulana, tapi senang, tapi juga sedih, rasanya bercampur aduk.

melihat. mendengar. merasakan. mereka yang bersama dengan saya bertahun-tahun. memupuk sebuah pertemanan, persahabatan. bersama-sama merajut jalan kehidupan, kini mulai beranjak menjauh.

terbatas oleh jarak, waktu, ruang. tak ada kata yang mampu melukiskan betapa saya merindukan mereka. lebih daripada yang mereka bayangkan. bertukar cerita selepas saya meninggalkan kursi perkuliahan, membuat saya merasa ingin kembali memutar waktu.

satu sisi senang. senang. karena masing-masing dari mereka akhirnya mulai menemukan secercah cahaya, di mana mereka mulai berjalan dalam kehidupan mereka masing-masing. ada yang sudah mau sidang, ada yang baru saja lulus, ada yang sudah kerja, ada yang jadi pengusaha, ada yang kerja di kota bandung, ada yang di luar kota, ada yang di luar negeri, ada yang kuliah, ada yang segala macam... semua berjalan sesuai dengan isi hati. sesuai dengan impian. sesuai dengan cita-cita.

berbincang dengan kawan lama, membuat saya menyadari  betapa sedihnya saya harus "terpisah" untuk sekian waktu, untuk sekian jarak, untuk sekian bahasa, untuk sekian pertemuan dan kata. betapa saya baru menyadari seberapa banyak arti mereka dalam kehidupan saya, terlebih saat saya merasa sendiri. saat saya merasa semua mulai memiliki dunia masing-masing.

pathetic? miris? melankolis? entah apa bahasanya. saya senang, saya sedih, saya rindu. 


dan dalam doa saya berharap kita bersama meski terbentang jarak, berbeda waktu, berada di belahan kota, bahkan benua yang berbeda. kita akan tetap bersama, seperti pada awal kita berjumpa. karena kebersamaan ini akan tetap ada dalam tiap hati kita masing-masing. sampai nanti. sampai mati.

Tuesday, August 21, 2012

After Graduate Then ???

Ketika awal perkuliahan saya, saya idealis sekali. Membuat target dan rencana-rencana untuk lulus secepat mungkin. 3,5 tahun dengan IPK di atas 3,00. Itu target saya, tanpa saya tahu bahwa kadang apa yang ada dalam target kita, bisa jadi tidak sesuai dengan realita.

Kenyataannya, awal perkuliahan, saya sangat mencari jati diri, maklumlah saya walaupun berasal dari salah satu sekolah di Bandung, dari sekolah saya hanya saya yang masuk ke UNPAR  jurusan akuntansi. Saya ibarat anak luar kota aja, yang gak punya temen se-geng yang bisa diajak ngumpul dan memang udah deket dari sononya.

Jadi, saya harus mencari teman baru, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Di sanalah saya belajar, belajar terlalu banyak, sampai akhirnya bisa menyesuaikan diri, namun terkena pergaulan yang kurang tepat. Oouuuu... Kurang tepat, maksudnya teman-teman yang dekat dengan saya, banyaknya teman-teman yang santaaaaaaaaaaaaiiii. :) Ditambah lagi, saya yang masih naif tentang akuntansi, dan berpikir bahwa akuntansi perkuliahan akan sama dengan akuntansi di SMA. Debet Kredit, Worksheet, Utang, Piutang, Laporan Keuangan, apalagi?? Yah, ternyataaaa akuntansi di perkuliahan jaaauuuhh lebih dalam dari sekadar akuntansi yang saya jabarkan melalui beberapa kata di atas.

Merasa teman-teman yang dekat dengan saya juga mengalami kesulitan yang sama, sehingga seringkali saya memang lebih nyambuuuung untuk berbagi, bekerja sama... Saya punyaa banyak teman, mungkin 3/4 dari 1 angkatan anak akuntansi 2008, saya kenal. Tapi, teman untuk berbagi, teman untuk bertukar pikiran, teman untuk bercanda, teman untuk bermain memang terbatas.

Tidak pernah sekalipun saya merasa menyesal, Tuhan hanya menempatkan saya seorang di jurusan itu dari sekolah saya. Saya belajar banyak untuk berbagi satu sama lain, untuk saling toleransi, maklumlah saya dari sekolah swasta yang tidak banyak menemukan perbedaan. Tapi, di kampus ini bersama teman-teman saya, saya belajar banyak untuk menghargai. Saya belajar bekerja sama dengan siapapun orangnya.

Setelah sekarang, saya lulus. Saya seringkali merasa kesepian. Idealisme saya, saya lulus cepaaaaaaat, dengan IPK baik. Mungkin tidak sempurna tercapai, saya lulus tepat 4 tahun, dengan IPK sangat memuaskan. Masalahnya, teman-teman saya, teman-teman dekat saya, teman-teman tempat saya berbagi belum pada lulus, ada juga segelintir orang yang sudah lulus. Setelah saya lulus, saya merindukan banyak hal yang gak bisa saya lakukan lagiiii...

Saya gak bisa SMS temen saya nanya soal besok kuis ato gak?
Saya gak bisa ngetag kursi buat temen-temen saya.
Saya gak bisa baca komik di handphone bareng temen saya lagi di kelas.
Saya gak bisa nyanyi bareng lagi di kelas.
Saya bahkan gak bisa latihan nari saman di kelas lagi bareng temen saya.
Saya gak bisa makan di kantin sambil kongkow, nunggu kuliah.
Saya gak bisa main capsah lagi di kantin kampus sama temen-temen saya.
Saya rinduuu rapat geje berjam-jam untuk membicarakan organisasi kampus
Saya kangen belajar kelompok di perpustakaan lagiii....

Tapi life must go on kan? Saya akan sangat rindu kalian, saya sangat merindukan situasi perkuliahan, situasi kampus... situasi saat saya bersama kalian. :)







Saturday, June 23, 2012

Dalam diam

Pekat.
Warnanya pekat bagai kopi hitam.
Lekat.
Matanya memandang lekat.
Hitam legam matanya memandang lekat..
Senyum tipisnya terpancar dalam pesona secercah cahaya

Diam. Dalam diam kami berdiri. Saling memandang, beradu pikiran masing-masing dalam keheningan. Bukan, bukan ini yang kuinginkan namun jalan berujung jurang pulalah yang memisahkan kami.
Dan dalam diam, kukatakan dalam hatiku. pelan dan lembut kubisikkan pada diriku sendiri..
"Pergilah cinta, bebaskan dan lepaskan dirimu dari ikatan rasa sakit. Karena pilu ini milikku sendiri, dan akan  kusimpan sampai mati."


Bandung, 23 Juni 2012

Friday, June 22, 2012

FALLING IN LOVE!

Jatuh cinta? Udah lama gak seperti ini rasanya... :) Hari ini saya lagi jatuh cinta. Hahahaha,,, ketawa sendiri. senyum-senyum sendiri. Nyanyi-nyanyi sendiri. Ahahaha... Saya lagi jatuh cintaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

AKUNPAR 2008

HAI! sudah lama tak menulis, ah, happy deh bisa ketemu kamu lagi... :) setelah berbulan-bulan ini mengurus skripsi yang melelahkan. sekarang bersiap-siap untuk disidang.

Anyway, dalam pembuatan skripsi saya. sebenernya 6 bulan bukan waktu yang cukup untuk dapat menyelesaikan semuanya, tapi yah akhirnya beres juga sih. walaupun belum sempurna, jauh dari sempurna. Tapi yaaaaa, gw kan perfeksionis, jadi udah dibaca ratusan kali pun gw tetep merasa ada yang kurang.

Selama nyekrip, ada banyak kenangan yang akhirnya membuat gw berpikir flash back. ke awal perkuliahan gw di tahun 2008. masih kayak anak TK, pelangapelongo. nyari parkiran kayak orang bego. trus nyari temen dan jati diri dalam masa-masa peralihan dari SMA ke kuliah.

Di tahun 2008, semester pertama masih main capsah di Student Center, kuliah geje, dan nilainya jeblok. Yup, that was my first semester. Lama kelamaan menemukan teman bermain, ok. I should say this, temen gw banyak sih... BANYAK BANGET malahan... tapi yah itu, gak pada deket. :( jadi, so far cuma temen di kampus, temen di kelas, tapi gak dekeeeeet gimana gituuuu.... Lama kelamaan setelah 4 tahun kuliah, terkumpul kenangan-kenangan berharga sama temen-temen kuliah...

Mulai dari organisasi kampus dan kepanitiaan yang gw ikutin, jadi gw makin kenal anak-anak seangkatan. makin deket, dan makin ngerti pola pikir dan cara pandang mereka. iya, itu gak kenal maka gak sayang. dan sekarang gw sayang sama mereka. :)

Mau berpisah? Rasanya ingin selalu ada pertemuan, tanpa perpisahan. Sekarang, ngeliat temen-temen yang dari waktu semester 1 sama-sama, trus dah pada bikin skripsi, nyari kerja, dan segala macem... rasanya akan berat berpisah sama semuanya. tapi, hidup kan harus terus berjalan. gak bisa stuck terus di satu tempat, gak bisa bahkan berjalan mundur juga.

Untuk 4 tahun kebersamaan yang terjalin, I wanna say THANK YOU! REALLY THANK YOU! and SORRY. :) After all of this years we have been passing... tetep keep contact! tetep saling sapa, tetep saling bertukar cerita. :) I'll be missing you all guys!


To : AKUNPAR 2008.