Ini kisah. Kisah tentang seorang anak yang sedang berlari mengejar impian. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan banyak orang. Banyak kawan baru.
Ini kisah tentang seorang banker. Memulai perjalanannya dalam sebuah "development program". Di mana dalam program ini, dia dan teman-temannya akan dididik dan dilatih untuk menjadi marketer yang handal.
Hari itu, kala siang panas terik matahari membakar kulit. Mereka berjanji bertemu di Bober Cafe, Bandung. Penting? Ya, bagi mereka penting. setelah proses rekrutmen yang mereka hadapi di beberapa minggu sebelumnya, dan setelah mereka melakukan tes kesehatan yang sangat menakutkan bagi sebagian orang dengan jarum yang akan menyedot darah mereka layaknya vampire... ini merupakan pertemuan pertama, dan ini pertemuan yang penting.
Sekitar 17 orang, berkumpul. Tujuannya? Yel. Untuk membuat yel, yang akan ditampilkan pada saat opening ceremony development program di bank tempat mereka bernaung. Pertama kali bertemu, hanya saling mengenal, makan bersama, dan ya.. misi harus diselesaikan, membuat yel. Hanya tersisa 2 hari, untuk menyelesaikan kegiatan ini...
Tak usah menunggu terlalu lama, pulang dari Bober Cafe, mereka langsung menuju ke rumah salah satu kawan di jalan Aceh. Dalam hitungan menit, beberapa orang akhirnya mampu menyelesaikan yel yang berbentuk lagu. dan sekaligus membuat gerakannya, agar terlihat lebih oke.
Semua masih malu-malu. Senyam senyum tersipu dan tertunduk. Merasa belum kenal satu sama lain. Dengan suara pelan, dan gerakan seadanya mereka mulai menyanyikan yel yang telah mereka buat....
"Pampampampam cuap pampam cuap pampam cuap...
Pampampampam cuap pampam cuap pampam cuap..
Marilah ke mari hey hey hey hey hey kawan.
PB da di sini hey hey hey hey hey teman.
Marilah bergabung di **** pasti senang.. pasti sukses...
Sik asik sik asik ada di sini.
Di program BDP ****.
Kita pasti jadiiiii PB sukses."
Simple, saat itu impian mereka, tujuan mereka hanyalah satu : SUKSES.
to be continued....
Thursday, March 28, 2013
Wednesday, January 9, 2013
Kehilangan Satu Per Satu
komunikasi-komunikasi yang saya lakukan beberapa hari ini khususnya dengan teman-teman kampus saya. membuat hati saya naik turun, gundah gulana, tapi senang, tapi juga sedih, rasanya bercampur aduk.
melihat. mendengar. merasakan. mereka yang bersama dengan saya bertahun-tahun. memupuk sebuah pertemanan, persahabatan. bersama-sama merajut jalan kehidupan, kini mulai beranjak menjauh.
terbatas oleh jarak, waktu, ruang. tak ada kata yang mampu melukiskan betapa saya merindukan mereka. lebih daripada yang mereka bayangkan. bertukar cerita selepas saya meninggalkan kursi perkuliahan, membuat saya merasa ingin kembali memutar waktu.
satu sisi senang. senang. karena masing-masing dari mereka akhirnya mulai menemukan secercah cahaya, di mana mereka mulai berjalan dalam kehidupan mereka masing-masing. ada yang sudah mau sidang, ada yang baru saja lulus, ada yang sudah kerja, ada yang jadi pengusaha, ada yang kerja di kota bandung, ada yang di luar kota, ada yang di luar negeri, ada yang kuliah, ada yang segala macam... semua berjalan sesuai dengan isi hati. sesuai dengan impian. sesuai dengan cita-cita.
berbincang dengan kawan lama, membuat saya menyadari betapa sedihnya saya harus "terpisah" untuk sekian waktu, untuk sekian jarak, untuk sekian bahasa, untuk sekian pertemuan dan kata. betapa saya baru menyadari seberapa banyak arti mereka dalam kehidupan saya, terlebih saat saya merasa sendiri. saat saya merasa semua mulai memiliki dunia masing-masing.
pathetic? miris? melankolis? entah apa bahasanya. saya senang, saya sedih, saya rindu.
dan dalam doa saya berharap kita bersama meski terbentang jarak, berbeda waktu, berada di belahan kota, bahkan benua yang berbeda. kita akan tetap bersama, seperti pada awal kita berjumpa. karena kebersamaan ini akan tetap ada dalam tiap hati kita masing-masing. sampai nanti. sampai mati.
Subscribe to:
Posts (Atom)