Ketika awal perkuliahan saya, saya idealis sekali. Membuat target dan rencana-rencana untuk lulus secepat mungkin. 3,5 tahun dengan IPK di atas 3,00. Itu target saya, tanpa saya tahu bahwa kadang apa yang ada dalam target kita, bisa jadi tidak sesuai dengan realita.
Kenyataannya, awal perkuliahan, saya sangat mencari jati diri, maklumlah saya walaupun berasal dari salah satu sekolah di Bandung, dari sekolah saya hanya saya yang masuk ke UNPAR jurusan akuntansi. Saya ibarat anak luar kota aja, yang gak punya temen se-geng yang bisa diajak ngumpul dan memang udah deket dari sononya.
Jadi, saya harus mencari teman baru, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Di sanalah saya belajar, belajar terlalu banyak, sampai akhirnya bisa menyesuaikan diri, namun terkena pergaulan yang kurang tepat. Oouuuu... Kurang tepat, maksudnya teman-teman yang dekat dengan saya, banyaknya teman-teman yang santaaaaaaaaaaaaiiii. :) Ditambah lagi, saya yang masih naif tentang akuntansi, dan berpikir bahwa akuntansi perkuliahan akan sama dengan akuntansi di SMA. Debet Kredit, Worksheet, Utang, Piutang, Laporan Keuangan, apalagi?? Yah, ternyataaaa akuntansi di perkuliahan jaaauuuhh lebih dalam dari sekadar akuntansi yang saya jabarkan melalui beberapa kata di atas.
Merasa teman-teman yang dekat dengan saya juga mengalami kesulitan yang sama, sehingga seringkali saya memang lebih nyambuuuung untuk berbagi, bekerja sama... Saya punyaa banyak teman, mungkin 3/4 dari 1 angkatan anak akuntansi 2008, saya kenal. Tapi, teman untuk berbagi, teman untuk bertukar pikiran, teman untuk bercanda, teman untuk bermain memang terbatas.
Tidak pernah sekalipun saya merasa menyesal, Tuhan hanya menempatkan saya seorang di jurusan itu dari sekolah saya. Saya belajar banyak untuk berbagi satu sama lain, untuk saling toleransi, maklumlah saya dari sekolah swasta yang tidak banyak menemukan perbedaan. Tapi, di kampus ini bersama teman-teman saya, saya belajar banyak untuk menghargai. Saya belajar bekerja sama dengan siapapun orangnya.
Setelah sekarang, saya lulus. Saya seringkali merasa kesepian. Idealisme saya, saya lulus cepaaaaaaat, dengan IPK baik. Mungkin tidak sempurna tercapai, saya lulus tepat 4 tahun, dengan IPK sangat memuaskan. Masalahnya, teman-teman saya, teman-teman dekat saya, teman-teman tempat saya berbagi belum pada lulus, ada juga segelintir orang yang sudah lulus. Setelah saya lulus, saya merindukan banyak hal yang gak bisa saya lakukan lagiiii...
Saya gak bisa SMS temen saya nanya soal besok kuis ato gak?
Saya gak bisa ngetag kursi buat temen-temen saya.
Saya gak bisa baca komik di handphone bareng temen saya lagi di kelas.
Saya gak bisa nyanyi bareng lagi di kelas.
Saya bahkan gak bisa latihan nari saman di kelas lagi bareng temen saya.
Saya gak bisa makan di kantin sambil kongkow, nunggu kuliah.
Saya gak bisa main capsah lagi di kantin kampus sama temen-temen saya.
Saya rinduuu rapat geje berjam-jam untuk membicarakan organisasi kampus
Saya kangen belajar kelompok di perpustakaan lagiii....
Tapi life must go on kan? Saya akan sangat rindu kalian, saya sangat merindukan situasi perkuliahan, situasi kampus... situasi saat saya bersama kalian. :)
Tuesday, August 21, 2012
Saturday, June 23, 2012
Dalam diam
Pekat.
Warnanya pekat bagai kopi hitam.
Lekat.
Matanya memandang lekat.
Hitam legam matanya memandang lekat..
Senyum tipisnya terpancar dalam pesona secercah cahaya
Diam. Dalam diam kami berdiri. Saling memandang, beradu pikiran masing-masing dalam keheningan. Bukan, bukan ini yang kuinginkan namun jalan berujung jurang pulalah yang memisahkan kami.
Dan dalam diam, kukatakan dalam hatiku. pelan dan lembut kubisikkan pada diriku sendiri..
"Pergilah cinta, bebaskan dan lepaskan dirimu dari ikatan rasa sakit. Karena pilu ini milikku sendiri, dan akan kusimpan sampai mati."
Bandung, 23 Juni 2012
Warnanya pekat bagai kopi hitam.
Lekat.
Matanya memandang lekat.
Hitam legam matanya memandang lekat..
Senyum tipisnya terpancar dalam pesona secercah cahaya
Diam. Dalam diam kami berdiri. Saling memandang, beradu pikiran masing-masing dalam keheningan. Bukan, bukan ini yang kuinginkan namun jalan berujung jurang pulalah yang memisahkan kami.
Dan dalam diam, kukatakan dalam hatiku. pelan dan lembut kubisikkan pada diriku sendiri..
"Pergilah cinta, bebaskan dan lepaskan dirimu dari ikatan rasa sakit. Karena pilu ini milikku sendiri, dan akan kusimpan sampai mati."
Bandung, 23 Juni 2012
Friday, June 22, 2012
FALLING IN LOVE!
Jatuh cinta? Udah lama gak seperti ini rasanya... :) Hari ini saya lagi jatuh cinta. Hahahaha,,, ketawa sendiri. senyum-senyum sendiri. Nyanyi-nyanyi sendiri. Ahahaha... Saya lagi jatuh cintaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!
AKUNPAR 2008
HAI! sudah lama tak menulis, ah, happy deh bisa ketemu kamu lagi... :) setelah berbulan-bulan ini mengurus skripsi yang melelahkan. sekarang bersiap-siap untuk disidang.
Anyway, dalam pembuatan skripsi saya. sebenernya 6 bulan bukan waktu yang cukup untuk dapat menyelesaikan semuanya, tapi yah akhirnya beres juga sih. walaupun belum sempurna, jauh dari sempurna. Tapi yaaaaa, gw kan perfeksionis, jadi udah dibaca ratusan kali pun gw tetep merasa ada yang kurang.
Selama nyekrip, ada banyak kenangan yang akhirnya membuat gw berpikir flash back. ke awal perkuliahan gw di tahun 2008. masih kayak anak TK, pelangapelongo. nyari parkiran kayak orang bego. trus nyari temen dan jati diri dalam masa-masa peralihan dari SMA ke kuliah.
Di tahun 2008, semester pertama masih main capsah di Student Center, kuliah geje, dan nilainya jeblok. Yup, that was my first semester. Lama kelamaan menemukan teman bermain, ok. I should say this, temen gw banyak sih... BANYAK BANGET malahan... tapi yah itu, gak pada deket. :( jadi, so far cuma temen di kampus, temen di kelas, tapi gak dekeeeeet gimana gituuuu.... Lama kelamaan setelah 4 tahun kuliah, terkumpul kenangan-kenangan berharga sama temen-temen kuliah...
Mulai dari organisasi kampus dan kepanitiaan yang gw ikutin, jadi gw makin kenal anak-anak seangkatan. makin deket, dan makin ngerti pola pikir dan cara pandang mereka. iya, itu gak kenal maka gak sayang. dan sekarang gw sayang sama mereka. :)
Mau berpisah? Rasanya ingin selalu ada pertemuan, tanpa perpisahan. Sekarang, ngeliat temen-temen yang dari waktu semester 1 sama-sama, trus dah pada bikin skripsi, nyari kerja, dan segala macem... rasanya akan berat berpisah sama semuanya. tapi, hidup kan harus terus berjalan. gak bisa stuck terus di satu tempat, gak bisa bahkan berjalan mundur juga.
Untuk 4 tahun kebersamaan yang terjalin, I wanna say THANK YOU! REALLY THANK YOU! and SORRY. :) After all of this years we have been passing... tetep keep contact! tetep saling sapa, tetep saling bertukar cerita. :) I'll be missing you all guys!
To : AKUNPAR 2008.
Anyway, dalam pembuatan skripsi saya. sebenernya 6 bulan bukan waktu yang cukup untuk dapat menyelesaikan semuanya, tapi yah akhirnya beres juga sih. walaupun belum sempurna, jauh dari sempurna. Tapi yaaaaa, gw kan perfeksionis, jadi udah dibaca ratusan kali pun gw tetep merasa ada yang kurang.
Selama nyekrip, ada banyak kenangan yang akhirnya membuat gw berpikir flash back. ke awal perkuliahan gw di tahun 2008. masih kayak anak TK, pelangapelongo. nyari parkiran kayak orang bego. trus nyari temen dan jati diri dalam masa-masa peralihan dari SMA ke kuliah.
Di tahun 2008, semester pertama masih main capsah di Student Center, kuliah geje, dan nilainya jeblok. Yup, that was my first semester. Lama kelamaan menemukan teman bermain, ok. I should say this, temen gw banyak sih... BANYAK BANGET malahan... tapi yah itu, gak pada deket. :( jadi, so far cuma temen di kampus, temen di kelas, tapi gak dekeeeeet gimana gituuuu.... Lama kelamaan setelah 4 tahun kuliah, terkumpul kenangan-kenangan berharga sama temen-temen kuliah...
Mulai dari organisasi kampus dan kepanitiaan yang gw ikutin, jadi gw makin kenal anak-anak seangkatan. makin deket, dan makin ngerti pola pikir dan cara pandang mereka. iya, itu gak kenal maka gak sayang. dan sekarang gw sayang sama mereka. :)
Mau berpisah? Rasanya ingin selalu ada pertemuan, tanpa perpisahan. Sekarang, ngeliat temen-temen yang dari waktu semester 1 sama-sama, trus dah pada bikin skripsi, nyari kerja, dan segala macem... rasanya akan berat berpisah sama semuanya. tapi, hidup kan harus terus berjalan. gak bisa stuck terus di satu tempat, gak bisa bahkan berjalan mundur juga.
Untuk 4 tahun kebersamaan yang terjalin, I wanna say THANK YOU! REALLY THANK YOU! and SORRY. :) After all of this years we have been passing... tetep keep contact! tetep saling sapa, tetep saling bertukar cerita. :) I'll be missing you all guys!
To : AKUNPAR 2008.
Monday, January 23, 2012
Pernikahan?
Bertemu keluarga besar di perayaan hari Imlek (Chinese New Year) :) it's a must. Bukan.. Bukan hanya karena mencari amplop berisi uang, tapi karena inilah ajang kami untuk bertemu... setelah mungkin selama satu tahun kami tidak saling bersua, mungkin hanya berhubungan via sms, email, atau telepon. :)
Keluarga saya terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan bangsa... Saat Lebaran, saya juga ikut merayakan bersama saudara-saudara saya yang kebetulan beragama Muslim. Saat perayaan Natal, tentu saja saya pun ikut merayakan bersama keluarga saya yang beriman secara Nasrani, dan Katolik. :) Begitupun hari ini, saya merayakan Imlek, dengan saudara-saudara saya.
Tapi hal yang sama terjadi di dalam perayaan yang berbeda-beda...
Setiap kali, saya berkumpul dengan saudara saya, di tiap event yang berbeda...
Mereka selalu menanyakan, kapan saya membawa pria pilihan dan dikenalkan pada keluarga?
Terus menerus pertanyaan itu diulang, sampai seringkali saya bingung mau jawab apa.
Saudara saya bilang, "Usia 21-25 tahun bagi perempuan, adalah saatnya untuk menemukan jodoh. 26 tahun ke atas, akan sangat sulit bagi perempuan/wanita untuk menemukan seseorang yang tepat.."
Saya terakhir kali pacaran 2 tahun yang lalu. Dengan seorang pria yang mungkin kurang tepat. Masih mungkin. Dengan sedikit perbaikan mungkin hubungan kami akan menjadi tepat. Bukan trauma, bukan.. Tapi, saya cukup lelah bermain-main.. :)
Saya bosan, bosan dan lelah dengan hubungan yang putus nyambung.. sehingga saya ingin menemukan Mr. RightMan, seperti yang orang katakan... Entah kapan, tapi saya berani pastikan dia akan datang di waktu yang tepat.
Saya bukan orang yang bisa dengan sembarangan mengenalkan seorang pria ke keluarga besar, padahal saya sendiri belum siap dengan hati saya. Takutkah saya melewati usia 25 tahun, dengan kesendirian? Mungkin iya, tapi saya tahu setiap orang punya caranya sendiri untuk menemukan pasangan hidupnya.
Seseorang pernah bilang sama saya, "Jangan pernah kamu memutuskan untuk menikah, karena tuntutan keluarga, karena tuntutan usia, karena tuntutan dari orang lain. Menikahlah ketika menurut kamu itu waktu yang tepat, dan hati kalian sudah siap untuk pernikahan. Karena ketika kamu menikah didasari oleh tuntutan, dan satu hari pernikahan kamu hancur, kalianlah yang akan dirugikan..."
Kawan saya seorang perempuan, menikmati kesendiriannya cukup lama, hingga baru ketika di usia 32 tahun, dia dipertemukan dengan pasangan hidupnya yang tepat, dan kini sedang menyiapkan pernikahannya. Maka, saya percaya Tuhan punya cara dan rancanganNya sendiri.
Sangat tak terselami. :)
Anda belum menemukan pasangan yang tepat? Usia Anda sudah cukup, bahkan terlalu cukup untuk menikah? Jangan takut, seseorang sudah disiapkan untuk Anda, hanya saja waktunya belum tepat. wait and see, God will lead your way. :D
Keluarga saya terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan bangsa... Saat Lebaran, saya juga ikut merayakan bersama saudara-saudara saya yang kebetulan beragama Muslim. Saat perayaan Natal, tentu saja saya pun ikut merayakan bersama keluarga saya yang beriman secara Nasrani, dan Katolik. :) Begitupun hari ini, saya merayakan Imlek, dengan saudara-saudara saya.
Tapi hal yang sama terjadi di dalam perayaan yang berbeda-beda...
Setiap kali, saya berkumpul dengan saudara saya, di tiap event yang berbeda...
Mereka selalu menanyakan, kapan saya membawa pria pilihan dan dikenalkan pada keluarga?
Terus menerus pertanyaan itu diulang, sampai seringkali saya bingung mau jawab apa.
Saudara saya bilang, "Usia 21-25 tahun bagi perempuan, adalah saatnya untuk menemukan jodoh. 26 tahun ke atas, akan sangat sulit bagi perempuan/wanita untuk menemukan seseorang yang tepat.."
Saya terakhir kali pacaran 2 tahun yang lalu. Dengan seorang pria yang mungkin kurang tepat. Masih mungkin. Dengan sedikit perbaikan mungkin hubungan kami akan menjadi tepat. Bukan trauma, bukan.. Tapi, saya cukup lelah bermain-main.. :)
Saya bosan, bosan dan lelah dengan hubungan yang putus nyambung.. sehingga saya ingin menemukan Mr. RightMan, seperti yang orang katakan... Entah kapan, tapi saya berani pastikan dia akan datang di waktu yang tepat.
Saya bukan orang yang bisa dengan sembarangan mengenalkan seorang pria ke keluarga besar, padahal saya sendiri belum siap dengan hati saya. Takutkah saya melewati usia 25 tahun, dengan kesendirian? Mungkin iya, tapi saya tahu setiap orang punya caranya sendiri untuk menemukan pasangan hidupnya.
Seseorang pernah bilang sama saya, "Jangan pernah kamu memutuskan untuk menikah, karena tuntutan keluarga, karena tuntutan usia, karena tuntutan dari orang lain. Menikahlah ketika menurut kamu itu waktu yang tepat, dan hati kalian sudah siap untuk pernikahan. Karena ketika kamu menikah didasari oleh tuntutan, dan satu hari pernikahan kamu hancur, kalianlah yang akan dirugikan..."
Kawan saya seorang perempuan, menikmati kesendiriannya cukup lama, hingga baru ketika di usia 32 tahun, dia dipertemukan dengan pasangan hidupnya yang tepat, dan kini sedang menyiapkan pernikahannya. Maka, saya percaya Tuhan punya cara dan rancanganNya sendiri.
Sangat tak terselami. :)
Anda belum menemukan pasangan yang tepat? Usia Anda sudah cukup, bahkan terlalu cukup untuk menikah? Jangan takut, seseorang sudah disiapkan untuk Anda, hanya saja waktunya belum tepat. wait and see, God will lead your way. :D
Sunday, January 1, 2012
Resolusi Tahun baru
Tahun baruuuu! Kalau ditanya tahun baru ngapain? ada acara sama siapa?
Yup! Saya akan menjawab, saya tertidur di rumah, karena minum obat sakit kepala.... setelah sakit kepala itu menyerang di detik-detik menjelang tahun baru...
Momen yang kata orang sebegitu berharga dan penting, entah mengapa saya tega melewatkannya dalam impian... Karena saya pikir hari akan berlalu, setiap hari, setiap jam dan detik kita akan berlalu... lantas apa bedanya melewati tanggal 31 Desember menuju ke tanggal 1 Januari, dengan tanggal 30 desember menuju ke 31 Desember? Semuanya melewati jam yang sama, dengan takaran waktu yang sama....
Mungkin kita akan berpikir, yah bedalahhh, kita sudah melewati 1 tahun berarti. Kalau dari 30 ke 31 melewati 1 hari... Tapi yah lagi-lagi saya bilang, tapi gak ada bedanya, kita sama aja melewati dan kemudian menghadapi hari baru setiap harinya...
Dengan cara berpikir seperti saya, yang mungkin sedikit cuek dengan perayaan tahun baru, bagi saya setiap hari memiliki resolusi baru. Setiap hari, saya ingin hidup seperti tahun baru. Dengan hidup yang terus diperbaharui, dan terus berkarya. Bukan, bukan hanya pada momen tahun baru, kita semua sibuk mencari resolusi baru.. tapi jadikan langkah kita di setiap hari yang baru juga menuju kepada sebuah resolusi dan kemudian berevolusi menjadi lebih baik setiap harinya.
Baiklah, melihat kita semua masih merasakan euforia tahun baru yang kemudian menjadi epidemi *naon sih?*, hari ini resolusi saya untuk 1 semester ke depan... pastinya ingin menjadi sarjana. sarjana ekonomi. :) saya ingin segera menyelesaikan perkuliahan yang cukup menguras keringat ini. Kalau ditanya, setelah lulus mau ngapain emangnya?
Terlalu banyak impian itu akan menghambatkah atau memperluas jalan pikiran saya? setelah lulus mau ngapain? semuanya ada dalam proses, dan saya sendiri belum tahu berproses ke mana.
Yang jelas, hiduplah seolah-olah hari ini adalah hari terakhir, maka segala hal yang kita lakukan pasti akan maksimal. terus bermimpi setiap hari, dan berproseslah dalam mencapai impianmu. :) be a better person!
As usual, I just wanna say
HAPPY NEW YEAR! :)
Yup! Saya akan menjawab, saya tertidur di rumah, karena minum obat sakit kepala.... setelah sakit kepala itu menyerang di detik-detik menjelang tahun baru...
Momen yang kata orang sebegitu berharga dan penting, entah mengapa saya tega melewatkannya dalam impian... Karena saya pikir hari akan berlalu, setiap hari, setiap jam dan detik kita akan berlalu... lantas apa bedanya melewati tanggal 31 Desember menuju ke tanggal 1 Januari, dengan tanggal 30 desember menuju ke 31 Desember? Semuanya melewati jam yang sama, dengan takaran waktu yang sama....
Mungkin kita akan berpikir, yah bedalahhh, kita sudah melewati 1 tahun berarti. Kalau dari 30 ke 31 melewati 1 hari... Tapi yah lagi-lagi saya bilang, tapi gak ada bedanya, kita sama aja melewati dan kemudian menghadapi hari baru setiap harinya...
Dengan cara berpikir seperti saya, yang mungkin sedikit cuek dengan perayaan tahun baru, bagi saya setiap hari memiliki resolusi baru. Setiap hari, saya ingin hidup seperti tahun baru. Dengan hidup yang terus diperbaharui, dan terus berkarya. Bukan, bukan hanya pada momen tahun baru, kita semua sibuk mencari resolusi baru.. tapi jadikan langkah kita di setiap hari yang baru juga menuju kepada sebuah resolusi dan kemudian berevolusi menjadi lebih baik setiap harinya.
Baiklah, melihat kita semua masih merasakan euforia tahun baru yang kemudian menjadi epidemi *naon sih?*, hari ini resolusi saya untuk 1 semester ke depan... pastinya ingin menjadi sarjana. sarjana ekonomi. :) saya ingin segera menyelesaikan perkuliahan yang cukup menguras keringat ini. Kalau ditanya, setelah lulus mau ngapain emangnya?
Terlalu banyak impian itu akan menghambatkah atau memperluas jalan pikiran saya? setelah lulus mau ngapain? semuanya ada dalam proses, dan saya sendiri belum tahu berproses ke mana.
Yang jelas, hiduplah seolah-olah hari ini adalah hari terakhir, maka segala hal yang kita lakukan pasti akan maksimal. terus bermimpi setiap hari, dan berproseslah dalam mencapai impianmu. :) be a better person!
As usual, I just wanna say
HAPPY NEW YEAR! :)
Subscribe to:
Posts (Atom)




