Desember, 2012.
Astaga, apakah aku yakin akan bergabung dengan perusahaan ini?
Masih bisakah aku mundur?
Pikirku dalam-dalam sambil duduk di parkiran. Ya, efek datang terlalu pagi, pintu kantor masih terkunci, dan ya sudahlah namanya juga anak baru. Kunyalakan sebatang rokokku, dan kupesan kopi di warung sebelah. Kuhirup udara pagi daerah atas kota Bandung. Ah, 24 tahun sudah kuhabiskan waktuku di Bandung, betapa aku mencintai kota ini.
Bergabung di perusahaan ini hanya ya karena aku butuh uangnya. Salarynya saja 40% di atas salary di perusahaanku sebelumnya. Tapi, nyaman atau tidak? Entahlah, akupun tidak berpikir banyak. Hari itu, pikiranku cukup kalut. Menghadapi sesuatu pertama kali memang selalu menegangkan.
Hari pertamaku, kulalui dengan perkenalan dengan karyawan yang lain.
"Salam kenal semuanya. Saya Amita. Saya bekerja di divisi purchasing. Mohon bantuannya."kataku singkat.
Meeting hari pertama ya begitu saja, akupun belum begitu paham alur kerjanya.
Mengikuti meeting yang membosankan membuat aku mengantuk, tapi juga tertarik. Berkenalan dengan sesama karyawan di perusahaan tersebut. Ada lelaki nyentrik, yang sangat jago design. Ada lelaki yang sangat pendiam dan bahkan cenderung tidak pernah berbicara. Misterius sekali. Perempuan yang cantik dan sexy, pintar mungkin juga. Nyaris sempurna. Ah, tidak ada yang sempurna, aku menggeleng perlahan.
Kutemui dia, di hari itu. Menarik. Kami berbicara pendek dan seperlunya. Aku bergegas kembali ke kantor sehabis meeting. Ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, mengingat ini hari pertamaku.
-----
Bersambung
Note : Cerita ini hanyalah fiksi semata, apabila terdapat kesamaan nama, karakter, lokasi mohon dapat diabaikan saja. Terima kasih.