Friday, March 11, 2011

Satu paket cinta

dia bilang cinta itu satu paket...

ada tawa,
tawa ketika bersama orang yang kita cintai...
tawa ketika walaupun kaki kita berbeda tapi memiliki langkah yang sama...
tawa yang riang ketika akhirnya kita mendapat restu dari kedua orang tua, maupun keluarga besar...
tawa yang ada saat kita sakit, dan dia berdoa untuk kita tanpa kita tahu...

namun, ada air mata
air yang jatuh karena kecewa, kecurigaan kita terhadap dirinya
air yang jatuh karena terkadang pikiran kita berbeda, dan saling berbentrokan
air yang jatuh saat waktu kadang memisahkan kita untuk waktu yang cukup lama, sehingga rasa rindu pun tak tertahan lagi...
air yang jatuh ketika melihat dia "jatuh" dalam kehidupannya

ada kalanya mengorbankan sesuatu, tapi ada juga sisi di mana kita berdiri sebagai penerima...
mengorbankan pulsa hanyalah hal kecil
mengorbankan waktu hanya untuk mendengar celotehannya tentang hari ini
mengorbankan segala tenaga kita untuk nganter jemput dia
mengorbankan materi kita untuk nraktir, ato ngasih surprise2 kecil supaya dia tersenyum

namun, kita menerima...
menerima cinta
menerima kasih sayang
menerima perhatian
menerima senyumannya
menerima genggamannya
menerima candaannya
menerima hadiahnya
menerima perubahan positif yang terjadi dalam diri kita
menerima segala sesuatu yang terkadang tidak terukur oleh harta
oleh materi
atau oleh apapun yang kita telah korbankan

maka, cinta itu adalah paket...
paket di mana semuanya menjadi satu, dan rasanya dunia ini terasa manis, namun terkadang pahit,,,
terkadang jenuh, terkadang penat datang menghampiri,
terkadang sakit datang dan menyentuh sisi tersensitif dalam diri kita...
namun, lagi-lagi kita ingat keindahannya, dan melupakan yang dinamakan sakit oleh cinta...

ini cinta..
dan cinta selalu begini...

Thursday, March 10, 2011

CINTA

Cinta...

Iyakah kata ini selalu membutuhkan yang dinamakan pengorbanan?

Sama seperti kisah temen saya,
yang rela menutup pintu hatinya untuk lelaki lain,
sementara dia terus menatap pada pintu yang tertutup rapat untuknya...
saat ini...

iya, saat ini
karena tak seorang pun tahu hari esok
akankah semua berbalik?
atau tetapkah dia menatap pintu yang tertutup?

Mau sampai kapan?
Pertanyaan ini sudah seringkali saya lontarkan...
Tapi dia selalu menjawab dengan kata-kata yang sama..
Entah sampai kapan..

Inikah cinta?
Atau inikah yang disebut pembodohan oleh cinta?
Cintakah yang buta?
Ataukah kita yang memilih buta, padahal kita mampu melihat nyatanya?

Bagi saya pribadi,
kisah cinta temen saya ini mengharukan...
dia akan menunggu, layaknya lagu Rossa yang terbaru...
menunggu sampai dia menjadi tempat persinggahan terakhir lelaki itu..
Tapi, tetap saja.. pertanyaan saya..
Sampai kapan?
Sampai kapan kamu mau menangis?
Sampai kapan kamu mau mencari kegiatan 24 jam penuh supaya lupa dia?

Seorang motivator ternama, inisial MT
pernah mengatakan hal ini...
"Jangan pernah mencoba melupakan, karena untuk melupakan kamu harus mengingat apa yang harus dilupakan..."

Maka, jangan lupakan... tetapi lepaskanlah...
Lepaskanlah, karena kamu berhak..
berhak untuk mendapatkan cinta dan mencintai yang lain...

Ikhlaskanlah...
karena batin kamu sendiri yang akan tersiksa...
dan karena aku sayang kamu...
akan memelukmu di saat hatimu pedih, dan luka karena satu kata ...
yakni CINTA...