Saturday, June 23, 2012

Dalam diam

Pekat.
Warnanya pekat bagai kopi hitam.
Lekat.
Matanya memandang lekat.
Hitam legam matanya memandang lekat..
Senyum tipisnya terpancar dalam pesona secercah cahaya

Diam. Dalam diam kami berdiri. Saling memandang, beradu pikiran masing-masing dalam keheningan. Bukan, bukan ini yang kuinginkan namun jalan berujung jurang pulalah yang memisahkan kami.
Dan dalam diam, kukatakan dalam hatiku. pelan dan lembut kubisikkan pada diriku sendiri..
"Pergilah cinta, bebaskan dan lepaskan dirimu dari ikatan rasa sakit. Karena pilu ini milikku sendiri, dan akan  kusimpan sampai mati."


Bandung, 23 Juni 2012

No comments:

Post a Comment