Wednesday, January 9, 2013

Kehilangan Satu Per Satu

komunikasi-komunikasi yang saya lakukan beberapa hari ini khususnya dengan teman-teman kampus saya. membuat hati saya naik turun, gundah gulana, tapi senang, tapi juga sedih, rasanya bercampur aduk.

melihat. mendengar. merasakan. mereka yang bersama dengan saya bertahun-tahun. memupuk sebuah pertemanan, persahabatan. bersama-sama merajut jalan kehidupan, kini mulai beranjak menjauh.

terbatas oleh jarak, waktu, ruang. tak ada kata yang mampu melukiskan betapa saya merindukan mereka. lebih daripada yang mereka bayangkan. bertukar cerita selepas saya meninggalkan kursi perkuliahan, membuat saya merasa ingin kembali memutar waktu.

satu sisi senang. senang. karena masing-masing dari mereka akhirnya mulai menemukan secercah cahaya, di mana mereka mulai berjalan dalam kehidupan mereka masing-masing. ada yang sudah mau sidang, ada yang baru saja lulus, ada yang sudah kerja, ada yang jadi pengusaha, ada yang kerja di kota bandung, ada yang di luar kota, ada yang di luar negeri, ada yang kuliah, ada yang segala macam... semua berjalan sesuai dengan isi hati. sesuai dengan impian. sesuai dengan cita-cita.

berbincang dengan kawan lama, membuat saya menyadari  betapa sedihnya saya harus "terpisah" untuk sekian waktu, untuk sekian jarak, untuk sekian bahasa, untuk sekian pertemuan dan kata. betapa saya baru menyadari seberapa banyak arti mereka dalam kehidupan saya, terlebih saat saya merasa sendiri. saat saya merasa semua mulai memiliki dunia masing-masing.

pathetic? miris? melankolis? entah apa bahasanya. saya senang, saya sedih, saya rindu. 


dan dalam doa saya berharap kita bersama meski terbentang jarak, berbeda waktu, berada di belahan kota, bahkan benua yang berbeda. kita akan tetap bersama, seperti pada awal kita berjumpa. karena kebersamaan ini akan tetap ada dalam tiap hati kita masing-masing. sampai nanti. sampai mati.

No comments:

Post a Comment