Thursday, March 10, 2011

CINTA

Cinta...

Iyakah kata ini selalu membutuhkan yang dinamakan pengorbanan?

Sama seperti kisah temen saya,
yang rela menutup pintu hatinya untuk lelaki lain,
sementara dia terus menatap pada pintu yang tertutup rapat untuknya...
saat ini...

iya, saat ini
karena tak seorang pun tahu hari esok
akankah semua berbalik?
atau tetapkah dia menatap pintu yang tertutup?

Mau sampai kapan?
Pertanyaan ini sudah seringkali saya lontarkan...
Tapi dia selalu menjawab dengan kata-kata yang sama..
Entah sampai kapan..

Inikah cinta?
Atau inikah yang disebut pembodohan oleh cinta?
Cintakah yang buta?
Ataukah kita yang memilih buta, padahal kita mampu melihat nyatanya?

Bagi saya pribadi,
kisah cinta temen saya ini mengharukan...
dia akan menunggu, layaknya lagu Rossa yang terbaru...
menunggu sampai dia menjadi tempat persinggahan terakhir lelaki itu..
Tapi, tetap saja.. pertanyaan saya..
Sampai kapan?
Sampai kapan kamu mau menangis?
Sampai kapan kamu mau mencari kegiatan 24 jam penuh supaya lupa dia?

Seorang motivator ternama, inisial MT
pernah mengatakan hal ini...
"Jangan pernah mencoba melupakan, karena untuk melupakan kamu harus mengingat apa yang harus dilupakan..."

Maka, jangan lupakan... tetapi lepaskanlah...
Lepaskanlah, karena kamu berhak..
berhak untuk mendapatkan cinta dan mencintai yang lain...

Ikhlaskanlah...
karena batin kamu sendiri yang akan tersiksa...
dan karena aku sayang kamu...
akan memelukmu di saat hatimu pedih, dan luka karena satu kata ...
yakni CINTA...

2 comments:

  1. terharuuuu....terharuuuu...
    kalo emang pembodohan atas cinta,gimana kalo kita ikhlas sepenuhnya menjadi bodoh?
    kalo emang cinta itu buta,gimana kalau seluruh pandangan kita cuma ada dia,bukan buta tapi karena dunia kita penuh sama dia sampe yang lain nggak kelihatan
    Kalo emang ditanya sampai kapan mau nangis dan jangan sia2in air mata, gimana kalau kita ikhlas ngeluarin semua air mata secara cuma-cuma sama kayak yang udah dikasih Tuhan. Nggak ada yang sia-sia kalo kita ngasih secara ikhlas...
    24 jam bukan untuk melupakan, cuma untuk tidak terlarut dalam rasa sakit. tetap saja 24 jam penuh akan dia.
    bagaimana mau melupakan, hal-hal kecil aja udah bikin kita jatuh cinta sama dia. berapa banyak hal yang mau kita lupakan tentang dia? Nggak terhitung.
    Bagaimana kita bisa bilang berani mencintai, klo kita nolak untuk ngerasa sakit. Cinta itu sepaket, air mata, kesenangan, rasa sakit, bahagia, kenangan manis, kenangan pahit...Jadi nikmatin semua fitur dalam paket itu..

    ReplyDelete
  2. tetep aja gw nanya...
    sampai kapan kamu akan menikmati paket yang sebenarnya membuat hatimu sakit? :))

    tapi, tin...
    apapun jalan yang temen gw ambil itu..
    terlepas dari dia mau melepaskan dan membuka lembaran baru,,
    terlepas dari dia bisa nyari kegiatan 24 jam tanpa kepikiran lelaki itu ataupun gak...

    i'll beside her anytime she needs...
    dan teteupp ngasih support sama dia...
    :D

    ReplyDelete